• Jl. Ketapang No.2, Kasin, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65117
  • 0895622607479
  • info@dpcpkbkotamalang.com

Hikmah Bafaqih Soroti Daya Tampung SMA Negeri Jatim yang Hanya 34 Persen

13 August 2026 Nasional 3 views
Hikmah Bafaqih Soroti Daya Tampung SMA Negeri Jatim yang Hanya 34 Persen

DPC PKB Kota Malang – Anggota DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menyoroti rendahnya daya tampung sekolah negeri di Jawa Timur. Saat ini, hanya sekitar 34 persen lulusan SMP sederajat yang dapat diterima di SMA, SMK, dan madrasah aliyah negeri. Kondisi tersebut membuat mayoritas peserta didik harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

Hal itu disampaikan Hikmah usai menghadiri kegiatan silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan keluarga besar PKB di Kota Malang, Sabtu (27/6/2026).

Dalam kegiatan yang juga diisi dengan serap aspirasi dan dialog tersebut, persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi salah satu perhatian utama. Menurut Hikmah, polemik penerimaan siswa baru akan terus berulang selama daya tampung sekolah negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hanya 34 Persen Lulusan SMP Tertampung di Sekolah Negeri

Hikmah mengungkapkan, hanya sekitar 34 persen lulusan SMP sederajat yang dapat diterima di sekolah negeri, baik SMA, SMK, maupun madrasah aliyah. Dengan demikian, sekitar 66 persen siswa jenjang SMA di Jawa Timur harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

“Faktanya memang kapasitas sekolah negeri sangat terbatas sehingga sebagian besar anak harus bersekolah di lembaga swasta,” kata Hikmah.

Karena itu, ia menilai perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta perlu diperkuat. Menurutnya, mayoritas siswa jenjang SMA di Jawa Timur justru mengenyam pendidikan di sekolah swasta.

Ia menambahkan, lembaga pendidikan swasta telah berperan besar membantu negara memenuhi kebutuhan layanan pendidikan. Namun, dukungan yang diterima hingga kini dinilai belum seimbang.

Penguatan Sekolah Swasta Dinilai Lebih Realistis

Hikmah juga mengingatkan bahwa membangun sekolah negeri baru bukanlah solusi yang mudah di tengah kondisi fiskal pemerintah saat ini.

Selain membutuhkan pembangunan gedung, pemerintah juga harus menyiapkan tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta anggaran operasional yang tidak sedikit.

Karena itu, ia menilai penguatan sekolah swasta menjadi langkah yang lebih realistis untuk memperluas akses pendidikan.

Selain itu, Hikmah meminta bantuan pendidikan bagi siswa juga diperluas. Ia mencontohkan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di sejumlah madrasah yang dinilai masih belum merata sehingga banyak siswa dari keluarga kurang mampu belum memperoleh bantuan.

Informasi

Kategori: Nasional

Dibaca: 3 kali

Tanggal: 13 August 2026


Kembali ke Berita