• Jl. Ketapang No.2, Kasin, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65117
  • 0895622607479
  • info@dpcpkbkotamalang.com

Musancab PKB Kota Malang Dibuka dengan Sarasehan, Tekankan Soliditas dan Pengabdian untuk Masyarakat

16 August 2026 Kegiatan 29 views
Musancab PKB Kota Malang Dibuka dengan Sarasehan, Tekankan Soliditas dan Pengabdian untuk Masyarakat

MALANG – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dengan sarasehan bertajuk “Cerdas Memilih, Bijak Mengawal, Hijaukan Jawa Timur”, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB di Hotel Asscent Kota Malang tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PKB Kota Malang sekaligus momentum regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan.

Ratusan peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari jajaran pengurus DPC PKB Kota Malang periode 2022-2026, jajaran Dewan Syuro, pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), serta pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB se-Kota Malang.

Turut hadir anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, yakni Ketua Fraksi Saniman Wafi, S.Tr.Par, Muhammad Anas Muttaqin, S.Psi., M.Psi,Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto, SH, Drs. H. Fathol Arifin, MH, Arief Wahyudi, SH, Abd. Wahid, dan Ike Kisnawati, SH. 


Sarasehan sekaligus pembukaan Musancab berlangsung dalam suasana konsolidatif. Forum tersebut tidak hanya diarahkan untuk membahas pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kembali arah perjuangan partai di tingkat kecamatan dan ranting.

Ketua DPC PKB Kota Malang Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga soliditas seluruh jajaran pengurus.

Menurut Hikmah, kekuatan struktur organisasi merupakan salah satu modal utama bagi PKB Kota Malang untuk menjalankan program politik sekaligus memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.

“Soliditas pengurus akan menjadi tulang punggung keberhasilan PKB Kota Malang. Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah dalam kepengurusan harus tetap berada dalam satu barisan perjuangan,” ujar Hikmah dalam arahannya.

Ia menekankan bahwa proses Musancab tidak semestinya dimaknai sebatas pergantian atau pengisian struktur organisasi. Musancab harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh kader tetap bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Musancab Bukan Sekadar Pergeseran Pengurus

Dalam sambutan atas nama Ketua DPW PKB Jawa Timur, Sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Jawa Timur Dr. Ahmad Atoillah, M.IP menegaskan pentingnya Musancab sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan partai.

Dalam sambutan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Musancab disebut bukan sekadar kegiatan seremonial maupun momentum pergeseran personel pengurus. Forum tersebut diarahkan sebagai konsolidasi kekuatan, penetapan target pemenangan, serta pelurusan arah perjuangan partai agar menghasilkan kemenangan yang berkelanjutan dan memberikan kemanfaatan.

Draf tersebut juga menempatkan DPAC dan ranting sebagai bagian penting dari kekuatan PKB. Struktur di tingkat kecamatan dan ranting menjadi ruang bagi kader untuk ditempa, bekerja di tengah masyarakat, mencari solusi, serta menghadirkan PKB secara nyata.

Tekad “PKB Naik Kelas” juga ditekankan agar tidak berhenti sebagai slogan. PKB didorong bergerak dari kegiatan seremonial menuju kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, serta dari kata-kata menjadi kerja nyata.

Selain itu, terdapat empat agenda besar yang perlu menjadi perhatian jajaran PKB, yakni memperkuat regenerasi kepemimpinan, memperkuat transformasi digital dan penguasaan ruang informasi, memulai kerja politik menuju Pemilu 2029 sejak sekarang, serta memperkuat sistem kaderisasi secara berkelanjutan.

Kaderisasi disebut sebagai jantung organisasi. Karena itu, DPAC diharapkan mampu menjadi ujung tombak yang melahirkan kader ideologis, loyal, kompeten, dan berintegritas.

Empat Pilar Politik

Dalam draf sambutan tersebut, jajaran PKB yang nantinya menjalankan kepengurusan di tingkat kecamatan juga diarahkan memegang empat pilar politik, yakni politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.

Politik kehadiran berarti kader harus hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika masa kampanye. Sementara politik pelayanan mendorong struktur partai menjadi institusi yang membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan.

Adapun politik keteladanan menempatkan kader sebagai contoh melalui sikap santun, jujur, dan berintegritas. Sedangkan politik kepemimpinan mendorong kader agar berani memimpin gagasan dan menjadi penggerak perubahan di wilayah masing-masing.

Seluruh kerja organisasi tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat.

Setiap Orang Ada Masanya

Rangkaian sambutan dalam pembukaan Musancab juga menegaskan bahwa pergantian atau penyegaran kepengurusan tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan mengenai siapa mendapatkan posisi dan siapa yang tidak lagi berada dalam struktur.

Prinsip yang ditekankan adalah setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.

Dengan demikian, perubahan struktur hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi. Jabatan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk memperkuat perjuangan partai.

Bagi kader PKB, pengabdian tidak berhenti ketika seseorang tidak lagi berada dalam posisi tertentu. Pengabdian tetap dapat dilakukan melalui berbagai ruang dan peran sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Karena itu, Musancab PKB Kota Malang diharapkan tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan seluruh kader.

Soliditas tersebut menjadi modal untuk memastikan PKB tetap hadir di tengah masyarakat Kota Malang, mendengar aspirasi, memberikan pelayanan, serta mengawal kebijakan agar memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Informasi

Kategori: Kegiatan

Dibaca: 29 kali

Tanggal: 16 August 2026


Kembali ke Berita