• Jl. Ketapang No.2, Kasin, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65117
  • 0895622607479
  • info@dpcpkbkotamalang.com

Sekjen DPP dan Ketua DPC PKB Kota Malang Dorong Penguatan Kompetensi Guru BK Berbasis Growth Mindset

05 September 2026 Artikel 15 views
Sekjen DPP dan Ketua DPC PKB Kota Malang Dorong Penguatan Kompetensi Guru BK Berbasis Growth Mindset

MALANG – Penguatan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendampingan terhadap peserta didik di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Pendekatan growth mindset atau pola pikir berkembang dinilai dapat menjadi salah satu strategi bagi guru BK untuk membantu peserta didik menghadapi tantangan, mengembangkan potensi diri, serta tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Penguatan Kompetensi Memotivasi Berbasis Growth Mindset bagi Guru BK yang digelar di SAME Hotel Malang, Jalan Patimura Nomor 19, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para guru BK dari sejumlah sekolah di wilayah Kota dan Kabupaten Malang.

Sekretaris Jenderal DPP PKB Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum. dalam arahannya mengatakan, pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.

Menurut dia, peran guru tidak sebatas menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik. Guru juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter, mental, serta kemampuan peserta didik dalam menghadapi berbagai perubahan.

"Anak-anak kita harus dibangun dengan keyakinan bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui proses belajar, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan," ujarnya.

Guru BK Berhadapan dengan Persoalan Anak

Hasanuddin mengatakan, guru BK memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga perkembangan psikologis, sosial, relasi dengan lingkungan, hingga motivasi belajar.

Karena itu, menurut dia, peningkatan kapasitas guru BK perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memiliki pendekatan yang semakin adaptif dalam mendampingi peserta didik.

Pendekatan growth mindset, kata dia, relevan diterapkan karena menanamkan pemahaman bahwa kemampuan seseorang bukan sesuatu yang bersifat tetap.

"Anak harus diberi ruang untuk belajar dari proses. Ketika menghadapi kesulitan, jangan langsung merasa dirinya tidak mampu. Justru dari proses itulah kemampuan dan karakter dapat berkembang," katanya.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat diterapkan oleh guru BK dalam proses pendampingan di sekolah.

Hikmah: Kualitas Pendidikan Dimulai dari Guru

Ketua DPC PKB Kota Malang Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd. mengapresiasi terselenggaranya forum penguatan kompetensi bagi guru BK tersebut.

Menurut Hikmah, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari dunia pendidikan. Karena itu, guru sebagai salah satu unsur utama dalam pendidikan perlu memperoleh ruang untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

"Guru BK memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu anak-anak menemukan potensi terbaiknya. Karena itu, penguatan kompetensi seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan," ujar Hikmah.

Ia menilai tantangan yang dihadapi guru BK saat ini semakin kompleks. Peserta didik tumbuh di tengah perubahan teknologi, perkembangan media sosial, dinamika keluarga, serta perubahan pola pergaulan.

Persoalan tersebut membutuhkan kemampuan guru untuk memahami karakter dan kebutuhan peserta didik secara lebih utuh.

"Guru BK tidak hanya berhadapan dengan persoalan akademik. Ada persoalan pergaulan, keluarga, perkembangan teknologi, media sosial, dan berbagai dinamika yang memengaruhi kehidupan anak-anak kita," katanya.

Hikmah menegaskan, DPC PKB Kota Malang berkomitmen memberikan perhatian terhadap pengembangan dunia pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Prof Muslihati: Pendidikan Tak Cukup Berorientasi pada Nilai

Sementara itu, Guru Besar Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd., yang menjadi pemateri dalam forum tersebut, menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam mendampingi peserta didik.

Menurut Muslihati, pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian nilai akademik. Proses pendidikan juga harus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenali potensi, membangun kepercayaan diri, belajar dari pengalaman, dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.

Konsep growth mindset menjadi penting karena mengajarkan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar, pengalaman, usaha, serta ketekunan.

Dengan pola pikir tersebut, kegagalan tidak dipandang sebagai akhir dari sebuah proses.

Sebaliknya, kegagalan dapat menjadi pengalaman yang membantu peserta didik memahami kekurangan, melakukan evaluasi, dan mencoba kembali dengan strategi yang lebih baik.

Dalam konteks layanan BK, guru diharapkan mampu membangun komunikasi yang mendorong peserta didik untuk melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Bangun Sekolah sebagai Ruang yang Positif

Penguatan kompetensi guru BK juga dinilai penting untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih positif.

Dunia pendidikan saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan peserta didik dengan capaian akademik yang baik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter, kemampuan sosial, kematangan emosional, serta ketangguhan peserta didik.

Melalui penerapan growth mindset, guru BK diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa setiap individu memiliki ruang untuk berkembang.

Pendekatan tersebut sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tanpa takut melakukan kesalahan.

Dengan demikian, sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman dan positif bagi peserta didik untuk belajar, mencoba, mengevaluasi diri, dan mengembangkan potensi.

Forum penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru BK dalam menjalankan fungsi pendampingan sekaligus membantu membangun generasi muda yang tangguh, percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Informasi

Kategori: Artikel

Dibaca: 15 kali

Tanggal: 05 September 2026


Kembali ke Berita